Halaman

Senin, 21 Oktober 2013

Tersadar di semester enam

Tersadar di semester enam

Sahabatku yang kucintai karena Allah, disini sahabat ve akan berbagi sedikit hal tentang suatu rahasia tentang sahabat ve. Tapi, cukup jadikan ini sebagai pelajaran berharga untuk kita semua ya. Bukan berarti ingin mencari simpati atau apapun, tapi ini murni sebagai share saja yang mungkin ada diantara sahabat semua dan mengalami hal yang sama dengan sahabat ve.

Kuliah sambil kerja atau sebaliknya kerja sambil kuliah itu adahal hal yang tidak mudah untuk dilakukan oleh seorang manusia. Apalagi dia adalah wanita. Yups, sebagian sudah tahu ya kalau sahabat ve adalah mahasiswi yang juga sebagai karyawati. Dan ini benar-benar tidak mudah sahabat. Karena apa? karena hampir separuh hidup kita dalam satu hari itu dilakukan untuk kedua agenda tersebut.

Pagi hari sahabat ve berangkat kerja, dan sorenya setelah pulang kerja langsung harus kembali berkutat dengan perkuliahan di kampus. Tentu dua kegiatan ini membuat sahabat ve sendiri kadang merasa tidak fokus terhadap salah satunya. Contohnya gini, lagi di kantor kok yang terbayang itu kampus ya, kok yang terbayang teman-teman kampus, dosen-dosen, bahkan tugas-tugas kampus yang terbayang. Begitu juga sebaliknya. Lagi di kampus kok yang terbayang itu kerjaan kantor ya, temen-temen kantor dsb.

Sampai pada suatu semester, yaitu semester tiga, dan ini membuat sahabat ve benar-benar turun drastis dalam segi nilai. Mau tau ga? IP sahabat ve di semester tiga itu Cuma 2.38. coba bayangkan saudara-saudara. IP macam apa yang seperti itu? Sangat sangat dibawah standar. Dan perlu di ketahui, bahwa IP sahabat ve itu selalu mentog di atas 2.9 dan 3. Itu sampai semester lima. IPK 2.9 dan untuk IP selalu 2.9 atau 3. Tidak pernah sama sekali mencapai 3 koma berapa gitu.

Yah, hal yang wajar sih kalau menurut sahabat ve mah. Yaiyalah… coba, gimana ga mau dapet IP Cuma segitu kalau kalau jarang masuk. Jarang kumpulin tugas. Dll. Sampai di semester 5 dan nilai sudah keluar dan ini hal yang benar-benar membuat sahabat ve tercengang dan mungkin mengeluarkan air mata. Masa nih ya, dari beberapa subject di semester 5 kok tidak ada yang nilai nya A. Ya Allah…. Whats wrong with me? Kenapa si ane? Kenapa ga bisa dapetin nilai A aja dalam satu semester.

Dan akhir dari semester 5 itu benar-benar membuat sahabat ve bener-bener sadar, bahwa sekarang itu saya sedang kuliah, bukan main-main, bukan Cuma sekedar dateng, bukan Cuma sekedar ketemu teman-teman, bukan juga sekedar ikut organisasi, tapi apa jadinya kalau nilai jadi taruhannya? Dan semenjak kejadian itu, bener-bener deh ya, sahabat ve tidak mau menyalahkan siapa-siapa, apalagi dosen yang ngasih nilai, dan semua itu murni kesalahan sahabat ve pribadi.

Permulaan semester 6, benar-benar tertancap azzam yang kuat banget. Keinginan yang luar biasa ingin segera merubah pola hidup kuliah sahabat ve. Termasuk kehadiran yang walaupun Cuma 10 persen, tapi buat sahabat ve itu sangat menunjang sekali kegiatan belajar di kampus. Dan Alhamdulillah, semester 6 itu adalah kali pertama nya sahabat ve dapat IP 3 koma sekian. Hehehehe

Dan sekarang, sahabat ve sudah mulai masuk semester 7 awal. Mudah-mudahan disemester ini jauh lebih baik lagi. Memohon agar senantiasa diberikan kesehatan, terutama kesehatan ruhiyah agar tidak mudah menyerah, terhindar dari rasa malas, dan juga kesehatan jasadiyah sehingga mampu terus mengendarai si mita dari kantor menuju kampus.

Tetap semangat dan saling mendoakan J


**VeNA**

Selasa, 08 Oktober 2013

JANGAN BERLEBIHAN

sebuah konsep yang seharusnya aku utarakan semalam kepada beliau. permasalahan yang ingin aku bahas dengan menceritakan kepada beliau dari awal sampai akhir.

baru kali ini aku benar-benar berharap kehadiran seorang dosen di dalam kelas. sangat-sangat menunggu (baru kali ini? berarti selama ini? anti tidak mengharapkan kehadiran para dosen?). bukannya begitu ,mksdnya kali ini benar-benar berlebihan. dan pada akhirnya, semua belum tersampaikan. padahal, hanya sebuah kata "lanjutkan atau ganti", hanya itu. sehingga jika "lanjutkan" jawaban yang kudapatkan, aku sudah siap memulainya. dan bila "ganti" jawaban yang kudapatkan, aku pun siap kembali memutar otak mencari hal lain yang lebih bisa untuk disetujui.

apa hikmahnya ve?

hikmahnya, JANGAN BERLEBIHAN, titik. NO EXCUSE

pak dosen, pak dosen, mengapa oh mengapa?

#tetap semangat dan saling mendoakan

*EFEK DARI SEMESTER TUJUH*

*EFEK DARI SEMESTER TUJUH*

Bismillahirrahmaanirrahiim

Kapal ini sudah berlayar jauh ke depan. Sudah melewati pertengahan dari lautan. Sebentar lagi kapal akan berlabuh. Bukan lagi ombak kecil dipinggir pinggir laut yang dirasa. Tapi ombak besar yang bisa mengguncangkan kapal ini. Bukan juga angin sepoi-sepoi yang di dapat, mungkin angin badai yang akan mengombang ambingkan kapal ini.

Perjalanan ini juga sudah jauh berada di depan. Telah melewati batu-batu kecil di awal perjalanan. Tapi sekarang, bukan batu-batu kecil lagi yang akan dihadapi. Tapi batu besar yang siap menjatuhkan kita saat berjalan. Batu yang siap membuat kita tersandung dan kemudian jatuh menyerah.

Pendakian ini juga sudah hampir sampai pada puncaknya. Bukan lagi rumput-rumput hijau yang diinjak. Tapi semak berduri yang terhidang yang membuat kita lemah bahkan sakit dibuatnya.

Pada hakikatnya, hampir semua berubah. Tantangan itu, kian mencekik leher hingga sulit bernafas. Ujian itu, kian menusuk hingga tak mampu berdiri kokoh. Dan saatnya, ketika semua hadir bukan lantas kata “menyerah” yang keluar. Bukan langkah “mundur” yang dilakukan. Tapi dengan ombak yang besar bukankah kita akan lebih erat berpegang. Bukankah dengan angin yang kencang kita dapat lebih kuat bertahan. Dengan batu-batu yang besar kita bisa lebih kuat. Dengan semak berduri kita bisa lebih berhati-hati.

Sehingga pada akhirnya, kita akan terus semangat  pantang menyerah. Kita akan terus maju tanpa berfikir untuk mundur. Dan kita akan sampai pada tempat yang indah dan puncak tertinggi dari setiap usaha yang kita lakukan.

Semoga senantiasa Allah menguatkan langkah kita. Menyehatkan tubuh kita. Dan meningkatkan ruhiyah kita agar tetap bertahan meski berat. Tetap bernafas meski sesak. Tetap melangkah meski terseok.
Tetap semangat dan saling mendoakan sahabatku.

Ku tahu bahwa motivasi terbesar ada dalam diriku. Sebanyak apapun motivasi yang orang berikan, tapi kalau aku tetap berkata aku tak bisa, aku tak mampu, maka tak akan ada kebangkitan dalam diri, justru akan semakin membuatku terpuruk.

Maka tatkala suatu saat aku melemah, maka cukuplah tulisan ini menjadi penyemangatku kembali, karena sebenarnya aku sedang menyemangati diriku sendiri. Dan cukuplah Allah bagiku, cukuplah Ia menjadi penyemangat terbaikku. Karena Ia sebaik-baiknya tempat bersandar. J

Terimakasih ya Allah…. J


**VeNA** 

CERITA RAMADHAN

CERITA RAMADHAN
Wednesday, july 10, 2013 / 1 ramadhan 1434 H

                Segera ku shut down komputer di ruang kerjaku. Segera berlari mengejar waktu yang terus melaju. Terdengar suara klakson motor dan mobil saling bersahutan dari depan kantor. “macet amat romannya” batinku berbisik.
                Saat ambil helm yang seingatku di dalamnya kuselipkan masker, tapi kulihat maskernya tidak ada. Ku cari-cari lagi benar tidak ada.
                “yah gimana nih ga ada masker, ga enak banget, mana jauh lagi.” Aku mulai mengeluh.
                “udah si ve, sabar ya lagi puasa.” Menasehati diri sendiri.
                Berlari menuju parkiran motor, dan ternyata benar macet sekali di depan kantor yang memang ada tenda yang isinya adalah jajanan untuk berbuka. Dari tahun ke tahun selalu menjadi tradisi saat ramadhan tiba. Penuh dan sesak oleh orang yang ingin jajan, disertai mobil dan motor yang ingin ikut parkir juga.
                Ingin ambil gambar dari nuansa seperti itu. Tapi rasanya tak mungkin karena banyaknya orang. Ada beberapa kamera televisi yang meliput kegiatan di dalam tenda itu. Tahun lalu aku selalu melihat di tipi kalau tenda di benhil itu menjadi liputan di setiap berita. Sebenarnya pengen juga nengok ke kamera itu, sapa tau masuk tipi kan. Hahaha
***
                Jalannya kendaraan pun tersendat sendat. Maju perlahan sambil ku perhatikan setiap jajanan di tenda itu. Penuh memang, sehingga membuat macet kendaraan yang lewat. Ternyata, jalanan yang biasanya tidak macetpun ikut macet karena orang-orang yang ingin berbuka di rumahnya mungkin.
                Sampai pada titik lampu merah, pengendara motor menyalip dari arah kanan. Dan taukah pemirsah. Padahal ia tahu bahwa kita sedang ada di posisi lampu merah. Tapi ia ingin menerobos lampu merah karena dari arah lain tak ada mobil yang melaju. Sampai pada akhirnya dia menyenggol sebelah kananku.
                “aduh si abang, ini kan lagi lampu merah, ga tau apa ya, udah tau ga muat, pake mau nyalip lagi.” Aku terus bergeming sedangkan si pengendara sambil melambaikan tangan kirinya seolah berbicara “maaf ya mba”
                “astaghfirullah… sabar ve, lagi puasa” kembali menasehati diri sendiri.
                Saat tiba disebuah jalan kecil perkampungan kebayoran lama samping rel. motorku melaju standar dan seperti biasa. Tapi eh tapi, ada bapak-bapak yang sedang mengusir ayam dari atas pohon agar tu ayam turun dan alhasil taukah pemirsah? Aku ngerem mendadak karena ayamnya hampir mencolek mukaku.
“ya Allah, sabar sabar banget deh ini lagi puasa. Ada-ada lagi si bapak ngusir ayamnya nanti aja apa klo aku udah lewat, ya Allah, sabar-sabar ve”
Sepanjang perjalanan sampai di rumah terus beristighfar. Ramadhan hari pertama tahun ini diuji kesabaran. Buat pemirsah mungkin yang mengalami macet di jalan, sabar yah. Beneran si emang menguji kesabaran banget kalau lagi macet itu. 

CERITA RAMADHAN
Thursday, july 11, 2013 / 2 ramadhan 1434 H

Jalanan yang macet selalu jadi topik deh kayanya selama bulan ramadhan. Begitupun dengan hari ini. ditambah kondisi langit yang gelap pertanda ingin hujan. Saat aku mengendarai sepeda motor masih belum turun hujan. Tapi baru seperempat dari perjalananku hujan pun turun membasahi bumi. Subhanallah. Allahumma sayiban nafi’an. Luar biasa sekali hujannya, dari Dia yang Maha Luar Biasa.
                Buliran air hujan satu persatu jatuh di kacamata yang ku kenakan. Membentuk biasan cahaya ketika aku menatap lampu dari kendaraan di depanku. Ku atur nafasku agar nafasku tak menambah buram kacamataku karena udara yang keluar. Tapi rupanya kacamataku tak bisa menahan jumlah air yang menutupinya, sampai aku tak mampu melihat dengan jelas lagi.
                Kuputuskan untuk berhenti di masjid karena aku tahu aku sudah tak mampu melanjutkan perjalanan. Sekalipun aku nekat, maka resikonya sangat besar untuk diriku sendiri. Kubelokkan motor ke arah menuju masjid. Dan itupun perlu perjuangan keras untuk beberapa kali kucoba mencari benda yang tidak basah yang bisa kupakai untuk membersihkan air di permukaan kacamataku.
                Sesampainya di masjid sudah banyak kerumunan para kaum ikhwan (laki-laki). Alhamdulillah, masjid ini tak asing bagiku. Beberapa kali aku sering kesini untuk setiap agenda ramadhanku, salah satunya adalah I’tikaf. Masjid AL-INSAN PATAL SENAYAN, itulah tempatnya. Segera kubereskan jas hujanku dan melaju menuju tempat akhwat (wanita).
                Kulihat seorang wanita yang duduk itu senyum merekah menyambut kehadiranku. Ah, aku mengenalinya, PUJI JAHARA DOLOK SARIBU, teman kantorku.
“kak velly.” Sambutnya hangat padaku.
“eh puji, Alhamdulillah ya ketemu disini.” Aku tahu ia dijemput ayahnya tadi dari kantor. Dan setelah bercerita dengannya tentang perjalanan dari kantor menuju masjid ini, segera kami melangkah menuju ruang wudhu.
                “Untuk para jamaah, kami menyediakan ta’jil dan bisa diambil diluar masjid.” Kurang lebih begitulah pengumuman dari speaker masjid yang kami dengar.
                “eh puji, ada ta’jil nya tuh, kita ambil yuk.” Ajakku padanya.
                “ayo kak vel.” Jawabnya semangat.
                O o. ternyata banyak sekali jamaah ikhwan diluar. Sedangkan akhwat hanya kami berdua dan dua orang lainnya yang kami tidak kenal.
                “yah puji, anak laki semuanya, kamu aja deh yang ambil, aku ga usah makan ta’jilnya, kan tadi aku bawa air dari kantor.”
                “emang kenapa si kak vel, ayo kita ambilnya berdua.”
                “aku ga pake kaos kaki puji, udah gpp kamu aja deh, aku minum aja nanti bukanya.” Kaos kaki ku basah kuyup soalnya pemirsah, sedangkan diluar? Banyak ikhwan.
                “gapapa tau kak vel, rok nya kvelly turunin aja, kan ga keliatan.” Saran puji padaku.
                “coba ya, tunggu sebentar.” Sambil kuturunkan rok agar menutupi kakiku.
                Akhirnya, bisa pemirsah. Kami maju ke depan masjid dimana isinya adalah kaum adam dan dengan PEDE nya kami melangkah kesana mengambil ta’jil.
                “puji, tungguin aku, jangan cepet-cepet ya.” Sambil kupegang tangannya.
                “iya kak vel.” Jawabnya enteng.
                “puji, itu anak lakinya ngeliatin kita ga yah?” PEDE banget nanya begitu ke si puji. Ada juga males kali mereka ngeliatin.
                “iyalah kak, mereka heran ngeliatin ada satu cewek cantik.” Kata puji.
                “kok satu? Dua kali cewek cantiknya,” aku sambil tertawa.
                “eh iya kak dua ya.”
                “aduh aku malu ni puji.” Kami masih berjalan menuju tempat aman yang tentunya diluar dari jamaah ikhwan itu.
                Alhamdulillah, tak lama kami duduk di tempat akhwat, waktunya berbuka telah tiba. Kulihat langit yang semakin gelap. Dan hujan pun masih menemani kami berbuka puasa. Nikmatnya berbuka bagi orang yang berpuasa.
                “puji, kamu tau ga? Dua kenikmatan orang yang berbuka?”
                “apa kak vel?”
                “dua kenikmatan orang yang berpuasa yaitu saat kita berbuka, dan saat kita bertemu dengan Allah nanti. Semoga Allah menerima amal ibadah puasa kita ya puji. aamiin”
                “iya kak vel, aamiin”
                Ya Allah, hari kedua puasa masih kujalani. Semoga Engkau berkahi ya Allah. Terimakasih atas nikmatmu mempertemukan kami kembali dengan ramadhan tahun ini. semoga ini menjadi ramadhan yang baik untuk kami. Aamiin
                Sampai ketemu di cerita ramadhan berikutnya yah. insyaAllah kalau panjang umur yah, aamiin.

13 juli 2013 / 4 ramadhan

Ifthar jama’I pertama di ramadhan tahun ini bersama Yayasan Sasmita Jaya. Disana ada pengelola dan pengurus yayasan, para dosen unpam, guru2 SMK Sasmita, dan teman2 mahasiswa ukm dan hima di unpam. Alhamdulillah very luxury for me, but I conscious that I can’t eat all the food. So, I just eat enough. Hehehe
14 juli 2013 / 5 ramadhan
Ifthar jama’I kedua di ramadhan ini bersama alumni rohis all angkatan. Paling sesepuh dari tahun 1996. Ada angkatan 2007, 2008, 2009, 2010 ya sampe 2012 deh. Senang sekali, karena sudah lama tidak berkumpul bersama mereka. Melihat kondisi dakwah sekolah di SMK 18 yang sekarang sedikit menurun, sangat sedih sekali. Semoga akan bangkit seperti dulu bahkan lebih baik dari sebelumnya. insyaAllah.
19 juli 2013 / 10 ramadhan
Seharusnya aku ikutan ifthor bersama teman2 kantor, tapi entah kenapa aku lebih prefer ke ifthor bareng teman2 sekelas. Di miladnya galih suraji yang ke 22. Ada mba siska, eneng puti, mamahnya dan jeje adiknya, pak eristo, galih dan ricky. Sederhana tapi cukup mewah. Hehehe… karena banyak banget makanannya. Ada kolak yang spesial banget buat galih buatan mamahnya eneng.
Ok galih suraji happy milad ya, semoga berkah usianya dan semakin shaleh. Aamiin
20 juli 2013 / 11 ramadhan
Ta’jil on the road di kampus unpam. Stand by dari jam setengah empat di kosan mba ami. Udah ada buah2an yang akan dibuat es buah buat buka nanti. Next ke kampus dan kumpul utk briefing juga. Aku stand by jaga buat nyiapin ta’jil untuk teman2. Yang lain siap dengan membagikan ta’jil ke jalan.
Malamnya tarawih di masjid ar-ridhwan daerah samping villa dago. Disana juga sekalian mabit untuk persiapan sahur di rumah yatim.
21 juli 2013 / 12 ramadhan 1434 H
Jam dua bangun untuk qiyamul lail dan langsung berangkat menuju rumah yatim untuk sahur bareng. Kali pertamanya ikutan sahur bareng mereka dan nuansa yang berbeda. Alhamdulillah mereka juga senang sekali. Selesai sahur shalat shubuh di masjid apa ya(lupa namanya) di daerah gaplek masih dipinggir jalan.
Mampir ke kosan ratna, teh ratna dan mba ami untuk numpang mandi persiapan acara sehari bersama al-qur’an. Jam delapan stand by lagi di kampus untuk acara sehari bersama Al-Qur’an. Subhanallah pembicara pertama ustad tauhid (taufik hidayat) dengan materi belajar tahsin. Dilanjutkan tilawan one man one juz untuk mengkhatamkan qur’an dengan teman-teman juga. Khatam juga lho kita. Alhamdulillah.
Next pemateri ialah ustad agus. Luar biasa sekali materi yang diberikan beliau “dahsyatnya hafalan qur’an” mengingatkan cerita dulu saat di kharisma risalah waktu belajar tahsin, talaqi, sampai ke tahfidz, tapi berenti ditengah jalan. Hiks hiks, mau belajar lagi T_T
Selesai acara sore, langsung pulang deh. Selesailah agendanya J
26 juli 2013 / 17 ramadhan 1434 H
Bukber bareng-bareng teman2 auditor di bakmi gang kelinci blok m square. Alhamdulillah semuanya ikutan. Bu indri, bu ning, pak nizam, bu tini, uni, devia, mawar, epu, mba win, mba fit, mpo norme, bu el, mb yanti, unyu, risky dan ely. Lengkap kan? Heheh… seneng deh
28 juli 2013 / 19 ramadhan 1434 H
Bukber lagi nih bersama teman kampus. Di rumah pak joko di daerah BSD. Ada mba siska, ika, galih, ricky, dan pak eris. Disini sekalian nengokin anaknya pak joko yang baru lahir. Senengnya…. Namanya risky ramadhan. Kita kesana naik mobilnya pak eris.
2 agustus 2013 / 24 ramadhan 1434 H malam 25
I’tikaf bareng echi, di masjid bani umar tangerang, sector Sembilan sonoan dikit. Alhamdulillah, ketemu zahro temennya echi di ldk uin. Masjidnya subhanallah yah.
3 agustus 2013 / 25 ramadhan 1434 H malam 26
I’tikaf di al-‘azhom tangerang bersama teman ldk imam. Ada ranika, alfi, nur, siti, fidzoh. Subhanallah juga masjidnya. Katanya masjid dengan kubah terbesar tanpa tiang.
4 agustus 2013 / 26 ramadhan 1434 H malam 27
I’tikaf bareng echi lagi di kubah mas. Subhanallah berasa umrah tau, banyak banget orang yang ikutan I’tikaf, rame banget, ribuan orang kali itu mah. Alhamdulillah
5 agustus 2013 / 27 ramadhan 1434 H
Ifthor bareng sama temen liqo, is, z, e. udah berempat aja, di rumah mba
6 agustus 2013 / 28 ramadhan 1434 H malam 29
I’tikaf di masjid raya sector Sembilan. Alhamdulillah. Tidak terlalu banyak, tapi membludak, hehehe
7 agustus 2013 / 29 ramadhan 1434 H
Ifthor di ramadhan terakhir bersama keluarga besar Hj Juriyah. Alhamdulillah, sambil nungguin sidang itsbat , dan terputuslah kalau ramadhan itu berakhir di malam ini, dan besok udah lebaran. Sedih deh…. Ramadhan udah mau pergi.

Ya Allah,,,, Alhamdulillah untuk ramadhan tahun ini, hamba masih bisa bertemu dan merasakannya. Semoga Engkau ijinkan hamba bertemu pada ramadhan berikutnya. Aamiin
Ya Allah…. Semoga ramadhan ini menjadi ramadhan terbaik untuk hamba dari ramadhan sebelumnya. Aamiin
Terimakasih ya Allah
Happy ied Mubarak J

Maaf lahir batin J