PENGUMUMAN KELULUSAN DAN HARI
LAHIR (14 JUNI 2008)
Masih teringat jelas
bayang-bayang seragam putih abu-abu itu. Pengumuman dan keterangan L pada papan
pengumuman yang dinanti nanti namun ditakut-takuti kalau kalau hasilnya
mengecewakan. Sahabat, selamat membaca kisahku saat pengumuman kelulusan SMKN
18 JAKARTA tahun 2008.
Sms-sms yang mengucapkan selamat
ulang tahun di hp ku itu sedikit tak kuhiraukan. Karena ada hal yang lebih
penting dari itu semuanya. Yups… pengumuman kelulusan yang diibaratkan antara
hidup dan mati oleh sebagian orang. Hufftt… itu terlalu berlebihan.
Pagi itu, aku telah bersiap
menyongsong pengumuman dengan hati yang dag dig dug tak terkira. Perjanjian
dengan 2 orang teman yang lain pun untuk berangkat bareng telah diusung jauh
jauh hari sebelum hari H itu. Aku, mega (game over), dan ria yang tak lain
adalah teman sekelasku waktu di 3AP2.
Rumah kami memang tak berdekatan,
tapi juga tak berjauhan. Jadi sedang sedang saja. Kalau ke rumah game over, aku
hanya tinggal berjalan kaki saja. Game over itu panggilan sayang aku untuk dia.
Hahaha… agak nyentrik memang, namanya mega tapi panggilannya game over. Nah, Tapi
kalau kerumah ria itu nanggung banget, mau naik mobil kedeketan, jalan kaki
juga kejauhan.
“ayo game, kamu udah siap”, aku
yang siap berangkat menyampar ke rumahnya. Karena memang rencana menggunakan
motor bapaknya mega yang agak sadis. Maksudnya kurang pantes dikendarai anak
wanita. Motornya itu kaya motor rx-king, hitam besar, ada warna kuningnya, trus
bunyinya juga nampol. “iya ve, tunggu bentar ya”, dia sampil merapikan rambut
dengan sisirnya.
“si ria mana game?” , aku
bertanya sambil menahan perasaan yang dari dulu dulu dag dig dug. “iya nanti
kesini dia ve”. Mega mengambil hp nya. Rupanya ada satu sms dari ria. “dari ria
ve”, “apaan katanya?”, aku bertanya cepat. “yah elah, jilbabnya kecemplung,
jadi basah, jadi dia ganti jilbab dulu”, betawinya dia keluar.
Setelah menunggu dan menunggu
lumayan lama. “game, kita ke rumahnya aja yuk, jadi nanti sekalian jalan, ayo
game, udah siang nih”, aku yang sedari tadi mulai bosan dengan menunggu. Tanpa
basa basi, mega mengendari motornya itu. “kretek kretek kretek”…. Begitu ya
bunyi motornya, eh bukan deng, “grong grong grong”… yah pokoknya begitu deh.
***
Perjalanan menyusuri arah sekolah
yang tak terlalu ramai dan tak terlalu sepi. Sepanjang perjalanan ria hanya
ngoceh minta maaf karena hal tadi. Kami tahu benar bahwa ini akan telat sampai
sekolah. “ayo game, kita udah telat nih, eh tapi ati-ati ya”, “iya ve”, kata
game. “eh coba sms siapa kek gitu”, aku mulai panik, karena melihat situasi
yang pasti bahkan sangat pasti sudah terlambat. “iya bentar ve, aku sms nyo
nyo”. Nyo nyo itu yanwar teman sekelas juga, yah paham dah kita kenapa dia sms
nyo nyo, katanya si waktu itu lagi deket. Sudahlah cukup mereka dan Allah yang
tahu.
“yah katanya udah lagi
pengumumannya”, si ria sambil membaca sms dari nyo nyo. “yah tuh kan kita
terlambat, coba donk tanyain kita lulus apa ga”, aku yang sangat penasaran
memaksa ria untuk menanyakan. “iya ve kamu lulus, kamu juga game”, begitulah
kata ria. Senyum menghias diwajah kami, sementara kami masih didaerah pondok
pinang dan belum sampai ke sekolah.
“ayo game, aku belum bisa klo ga
liat langsung”, aku terus memaksa. Mana mungkin bisa puas kalau hanya membaca
sms dari seorang kawan, padahal yang lain melihat langsung. Padahal dari lubuk
hatiku yang paling dalam, aku ingin sekali melihat awal awal pengumuman itu
dipampang dan diperlihatkan langsung kepada kami. Tapi aku tak mendapatkan moment itu, aku tak
melihat bagaimana ekspresi dari teman sejawat yang mungkin sama dag dig dug nya
denganku.
***
Air mata tak mampu kubendung,
saat ku melihat pengumuman itu. “hufffttt, ya Allah kenapa begitu nikmat sekali
kabar ini”, melihat kawan-kawan yang masih larut dalam kesenangan bercampur
sedih. Canda tawa bahagia yang terpancar dari wajah-wajah yang akan menghadapi
kehidupan sesungguhnya. Meski aku tak dapat melihat dari awal, tapi ini sudah
cukup mewakili semua perasaanku. Terimakasih ya Allah. Meski waktu itu ada satu
diantara kami yang bertanda “TL”.
Sampai ditengah lapangan, ada
nyanyian kecil dari teman-teman kelas tentang selamat ulang tahun untukku. Ah…
sampai aku melupakan hari ulang tahunku yang tepat hari ini. Semakin membuatku
haru dan berfikir bahwa tak ada alasan untuk tidak bersyukur atas semua nikmat
dari-Nya. Sungguh ini adalah hadiah terindah yang pernah kualami. Kelulusan
saat tepat di hari lahirku.
Terimakasih ya Allah, Kau telah
mengatur segalanya. Hingga hampir perjalanan 4 tahun tentangku, tentang kami
semua. Sungguh itu akan menjadi kenangan yang tak kan terlupa hingga dapat kami
ceritakan jika memang Kau ijinkan kepada anak-anak kami, bahkan cucu-cucu kami.
Sahabatku dan seluruh keluarga
besar SMKN 18, inilah sedikit ceritaku 4 tahun lalu. Bagaimana dengan ceritamu?,
Katanya untuk tahun ini tanggal 26 Mei ini ya pengumumannya. Ya Allah , semoga
mendapat hasil yang terbaik, lulus 100 %. Amiin… dan harus siap fisik, mental,
untuk menghadapi dunia lain ya. heehhe
*VeNA*



