Halaman

Sabtu, 14 April 2012

Ahad sore penuh hikmah



oleh Velly Nurlaily Ardila pada 2 Oktober 2011 pukul 17:55 ·

Seperti ahad-ahad biasanya, pekanan. Tapi kali ini ada yg berbeda. What is it? Okay, read my note for  today. Seorang wanita yg baru kali ini kuperhatikan bnr2 dengan sangat2. Biasanya hanya sekelintas aja denger, liat jg baru kali ini bnr2 diperhatikan. Sampai akhirnya MR minta antarkan ke rumahnya yg tak jauh dari tmpt kami arisan.
Tak lain tak bukan, who is she? Siapa ya wanita itu. Yang kami lihat hanyalah wanita yg belum cukup umur. Gadis yang seharusnya masih bisa melanjutkan sekolahnya. Yang saat ini memang menjadi pengasuh dari anaknya MR. “ve, lewat mana?nanti tolong anterin linda ya pulangnya, turunin aja didepan nanti ya”. Begitulah krg lebih perintah MR.
Aku baru tau gadis itu bernama LINDA. Siap2 waktunya pulang. Sungguh terluka dechh..why ve? What happens? GELLLLIII…paling2 ga bisa klo ada yg minta bonceng tapi pegangan pinggang. Astaghfirullah..rasanya pengen ane bilang aja “lepasin tangan lo ga?”
Parah…ngendarain motor berasa ga konsen krn ada rasa geli yg sungguh menyiksa. Tapi apa boleh buat, kurasa gadis itu pun tak bisa memegang yg lain selain pinggangku. Sampai akhirnya dijalanan cukup menanjat yg curam. “pegangan yg kenceng ya!!!”. Begitulah perintah nahkoda pada penumpang kali ini. Aakkhhh kenapa pake bilang gitu si. Tambah geli tau ve. Tiba2 kata2 itu keluar saja dr mulutku. Tak lain tak bukan krn aku tak mau ia jatuh kebelakang. ^_^ 
Sepanjang perjalanan yg ramah dan tak banyak suara. Kurasakan hanya ada suara aku dan dia. Setiap pertanyaan selalu aku yg memulai. “emang umurnya brp tahun?”..itu yg kutanyakan padanya untuk pertanyaan pertama. Aku memang yg penasaran dr tadi dengannya. “13 tahun”,,dia menjawab dengan keluguannya. “hah, 13 tahun”, ciut denger kata itu. Sedih bercampur dengan haru yg sangat. 13 tahun yg seharusnya masih duduk disekolah tapi ia harus bekerja. 
Emang rumahnya dmna nya dr MR? pertanyaan kedua menyambut bocah lugu ini. “di kuburan”. Teng tong..kok dia jawab dikuburan si..positif thinking dech. Mungkin maksudnya deket kuburan kali ya. “oh yang dikuburan ya”,,,hah..sotoy banget si ve. Kaya tau aja.
“iya bapakku kan pemulung”..innalillahi…dia menyambung jawabannya. Aduuuuhhh..saat denger ini pengen numpahin aer mata deh rasanya. Bapak….tiba2 terngiang akan almarhum ayahku.hiks hiks…
Nama lengkapmu siapa ya? Pertanyaan berikut menyambung. “MERLINDA, aku kan kembar, kembaranku MERLINA”. Bla..bla..bla..pertanyaan2ku dr perjalanan singkat itu. Terus dan terus seakan ingin tahu.
Beginilah sobat, dia saat ini yg baru tinggal di jakarta. Bocah 13 tahun yg baru lulus SD. Dan saat kutanyakan kamu ga mau sekolah lagi. Lantas dia menjawab TIDAK MAU, krn aku pengen bantu ibuku kerja. Kembarannya yg saat ini tinggal di pamulang jg ikut bekerja. Dan adiknya yg saat ini masih sekolah PAUD. Ayahnya yg pemulung, dan ibunya yg tdk bekerja. 
Masya Allah…bnr2 pengen nangis… “jalanannya emang gini kak”. Saat mulai masuk kedaerah ke kuburan. “oh iya ga apa2”. Padahal dlm hati, untung aja sore2, kalo malem mah ane turunin aja depan sono tadi. “rumahnya yg mana?” aku yg ingin tahu krn cukup jauh jg dr masuknya ke daerah kuburan tadi. “yg itu kak”, sambil menunjuk kearah deretan gubuk, ditengah tumpukan rongsokan atau barang2 bekas itu.

Semakin membuat hati terpecah mengeluarkan tangisan empedu dech..ya Allah, bersyukur padaMU Robb atas semua yg KAU limpahkan pada kami. Rasa syukur yg mungkin hanya terucap dr lisan tanpa ada tingkah yg mendukung dr rasa syukur kami.

“kak, anterinnya sampai sini aja”. Turunlah gadis penggugah itu dr motorku, dilambaikannya tangannya padaku untuk sekedar salim padaku. Aahhh semakin haru.. “salam ya buat bapak ibu”, itu lah kata2 ku untuknya. “makasih ya kak, hati-hati ya”

Asliiii…bisakah kalian membayangkan bagaimana perasaanku kala itu. Allah kembali ingatkanku untuk ttp bersyukur. Jangan pernah dangak, kalau masih mau jalan lurus kedepan. Jangan membusungkan dada kalau masih mau seimbang.

Ya Allah..terimakasih untuk semua.. ajarkan kami ttp bersyukur padaMU. Jangan jadikan kami hamba yg kufur akan nikmatMU. Aamiin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar