Seperti
ahad-ahad biasanya, pekanan. Tapi kali ini ada yg berbeda. What is it? Okay,
read my note for today. Seorang wanita yg baru kali ini kuperhatikan bnr2
dengan sangat2. Biasanya hanya sekelintas aja denger, liat jg baru kali ini
bnr2 diperhatikan. Sampai akhirnya MR minta antarkan ke rumahnya yg tak jauh
dari tmpt kami arisan.
Tak lain
tak bukan, who is she? Siapa ya wanita itu. Yang kami lihat hanyalah wanita yg
belum cukup umur. Gadis yang seharusnya masih bisa melanjutkan sekolahnya. Yang
saat ini memang menjadi pengasuh dari anaknya MR. “ve, lewat mana?nanti tolong
anterin linda ya pulangnya, turunin aja didepan nanti ya”. Begitulah krg lebih
perintah MR.
Aku baru
tau gadis itu bernama LINDA. Siap2 waktunya pulang. Sungguh terluka dechh..why
ve? What happens? GELLLLIII…paling2 ga bisa klo ada yg minta bonceng tapi
pegangan pinggang. Astaghfirullah..rasanya pengen ane bilang aja “lepasin
tangan lo ga?”
Parah…ngendarain
motor berasa ga konsen krn ada rasa geli yg sungguh menyiksa. Tapi apa boleh
buat, kurasa gadis itu pun tak bisa memegang yg lain selain pinggangku. Sampai
akhirnya dijalanan cukup menanjat yg curam. “pegangan yg kenceng ya!!!”.
Begitulah perintah nahkoda pada penumpang kali ini. Aakkhhh kenapa pake bilang
gitu si. Tambah geli tau ve. Tiba2 kata2 itu keluar saja dr mulutku. Tak lain
tak bukan krn aku tak mau ia jatuh kebelakang. ^_^
Sepanjang
perjalanan yg ramah dan tak banyak suara. Kurasakan hanya ada suara aku dan
dia. Setiap pertanyaan selalu aku yg memulai. “emang umurnya brp tahun?”..itu
yg kutanyakan padanya untuk pertanyaan pertama. Aku memang yg penasaran dr tadi
dengannya. “13 tahun”,,dia menjawab dengan keluguannya. “hah, 13 tahun”, ciut
denger kata itu. Sedih bercampur dengan haru yg sangat. 13 tahun yg seharusnya
masih duduk disekolah tapi ia harus bekerja.
Emang
rumahnya dmna nya dr MR? pertanyaan kedua menyambut bocah lugu ini. “di
kuburan”. Teng tong..kok dia jawab dikuburan si..positif thinking dech. Mungkin
maksudnya deket kuburan kali ya. “oh yang dikuburan ya”,,,hah..sotoy banget si
ve. Kaya tau aja.
“iya
bapakku kan pemulung”..innalillahi…dia menyambung jawabannya. Aduuuuhhh..saat
denger ini pengen numpahin aer mata deh rasanya. Bapak….tiba2 terngiang akan
almarhum ayahku.hiks hiks…
Nama
lengkapmu siapa ya? Pertanyaan berikut menyambung. “MERLINDA, aku kan kembar,
kembaranku MERLINA”. Bla..bla..bla..pertanyaan2ku dr perjalanan singkat itu.
Terus dan terus seakan ingin tahu.
Beginilah
sobat, dia saat ini yg baru tinggal di jakarta. Bocah 13 tahun yg baru lulus
SD. Dan saat kutanyakan kamu ga mau sekolah lagi. Lantas dia menjawab TIDAK
MAU, krn aku pengen bantu ibuku kerja. Kembarannya yg saat ini tinggal di
pamulang jg ikut bekerja. Dan adiknya yg saat ini masih sekolah PAUD. Ayahnya
yg pemulung, dan ibunya yg tdk bekerja.
Masya
Allah…bnr2 pengen nangis… “jalanannya emang gini kak”. Saat mulai masuk
kedaerah ke kuburan. “oh iya ga apa2”. Padahal dlm hati, untung aja sore2, kalo
malem mah ane turunin aja depan sono tadi. “rumahnya yg mana?” aku yg ingin
tahu krn cukup jauh jg dr masuknya ke daerah kuburan tadi. “yg itu kak”, sambil
menunjuk kearah deretan gubuk, ditengah tumpukan rongsokan atau barang2 bekas
itu.
Semakin
membuat hati terpecah mengeluarkan tangisan empedu dech..ya Allah, bersyukur
padaMU Robb atas semua yg KAU limpahkan pada kami. Rasa syukur yg mungkin hanya
terucap dr lisan tanpa ada tingkah yg mendukung dr rasa syukur kami.
“kak,
anterinnya sampai sini aja”. Turunlah gadis penggugah itu dr motorku,
dilambaikannya tangannya padaku untuk sekedar salim padaku. Aahhh semakin
haru.. “salam ya buat bapak ibu”, itu lah kata2 ku untuknya. “makasih ya kak,
hati-hati ya”
Asliiii…bisakah
kalian membayangkan bagaimana perasaanku kala itu. Allah kembali ingatkanku
untuk ttp bersyukur. Jangan pernah dangak, kalau masih mau jalan lurus kedepan.
Jangan membusungkan dada kalau masih mau seimbang.
Ya
Allah..terimakasih untuk semua.. ajarkan kami ttp bersyukur padaMU. Jangan
jadikan kami hamba yg kufur akan nikmatMU. Aamiin..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar